Tips Mengatasi Jetlag Jamaah Haji

Umroh Hemat Dan Menyenangkan Dengan Travel Wisata Halal

Mendarat di tanah suci menjadi babak perjalanan baru bagi para jamaah Indonesia. Perbedaan cuaca adalah salah satu tantangan bagi para jamaah tanah air biasa dengan iklim tropis.

Kondisi Jetlag sering dialami pada masa-masa awal. Jika tidak bisa diatasi, kondisi ini bisa mengganggu proses ibadah. Penasihat Haji dan Umrah, Rafiq Jauhary berbagi kiat dengan Republika tentang bagaimana menangani Jetlag bagi para jamaah yang baru tiba.

Rafiq mengatakan bahwa tidak sedikit dari para jamaah yang mengabaikan kelelahan karena mereka didorong untuk melakukan ibadah. Dalam pikiran mereka hanya ada satu ibadah ke layanan lain, meskipun sebenarnya tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Semangat ibadah ini juga dipengaruhi oleh perbedaan waktu antara Indonesia dan Arab Saudi. Tidak sedikit jamaah yang siap pergi ke masjid pada pukul satu pagi. Ini karena di kamar hotel mereka tidak bisa tidur dan merasa tubuhnya segar.

“Situasi ini disebut jetlag,” kata mentor jamaah Haji dan Umrah sejak 10 tahun lalu.

Harap dicatat bahwa pada saat yang sama pukul satu pagi waktu Madinah adalah sama dengan jam lima pagi di Indonesia. Inilah sebabnya mengapa setiap jam satu pagi para jamaah sudah merasakan tubuh yang segar dan seolah-olah terburu-buru pergi ke masjid.

Untuk mengatasi jetlag ini, Rafiq mengatakan ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pertama, segera ubah waktu di jam atau di ponsel dengan waktu Arab Saudi. Ketika Arab Saudi adalah jam emlat lebih lambat dari Waktu Indonesia Barat.

Umroh Hemat Dan Menyenangkan Dengan Travel Wisata Halal

“Jangan tiba ketika Anda tiba di Arab Saudi, para jamaah masih aktif di Indonesia,” katanya.

Selanjutnya, para penyembah disarankan untuk istirahat yang cukup agar tubuh mulai beradaptasi. Latih agar tidak mengantuk saat larut malam dan terus berbaring di tengah malam. Begitupun di siang hari, biasakan untuk beristirahat meski hanya sesaat. Baik sebelum dhuhur atau sesudahnya.

Ketika waktu istirahat dikondisikan, jamaah dapat mulai belajar untuk mengatur kegiatan lain dan juga waktu ibadah. Rafiq berdoa agar kegiatan para jamaah di Tanah Suci akan tetap mulus dan tubuh akan tetap sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *